Monday, August 22, 2016

Rokok dan Kasta Pembuatnya


Rokok merupakan zat adiktif berbahaya yang terbuat dari tembakau, jenis-jenis rokok pun bermacam-macam, ada yang menggunakan filter dan ada yang tidak, ada yang berasa mint, mild, classic dan lainnya. Walaupun Saya sendiri bukan pengguna rokok namun saya cukup ikut prihatin terhadap konsumen rokok, pasalnya saat ini, pengguna rokok bukan hanya dari kalangan dewasa saja, namun tidak sedikit remaja bahkan anak kecil sudah tau bahkan mengkonsumsi rokok, Tentu saja hal ini sangat mengecewakan bagi saya, tidak sedikit dari remaja tanggung di Indonesia merupakan perokok aktif, dimana kita tau sebagian besar dari remaja ini masih ditanggung biayanya oleh orang tua mereka.

Baru-baru ini kita mendengar bahwa pada bulan september 2016 harga rokok akan dinaikkan biaya cukainya. Tentu saja ini mendapat tanggapan positif dan negatif dari masyarakat. Tanggapan positifnya tentu saja dari kalangan non-perokok. Ada yang mengatakan Senang agar terhindar dari asap rokok, agar terhindar dari polusi rokok dan sebagainya. Tapi dari tanggapan sisi positifnya ada juga yang tidak setuju harga rokok naik hingga diatas Rp.50.000,-. Ada yang datang dari kalangan perokoknya sendiri, ada juga yang datang dari kalangan istri perokok dengan jawaban. "Tidak setuju, karena suami saya merokok, nanti biaya kebutuhan rumah tangga bisa berkurang". Oh My God. tanggapan yang lucu menurut saya yang mendengarnya, kenapa si ibu tidak menyuruh suaminya untuk berhenti merokok agar iuran belanja rumah tangganya bisa bertambah,

Tidak sedikit juga perokok yang mengatakan bahwa,dengan mereka merokok mereka bisa membantu kemajuan bangsa dan negara, dengan cara mereka membeli rokok, mereka membantu para petani tembakau, buruh pabrik rokok, dan juga bisa menambah uang beasiswa bagi para pelajar yang berprestasi. Masuk akal memang semakin banyak perokok maka biaya pemasukan cukai juga semakin banya, Dan juga saat ini beasiswa ada juga yang melalui rokok. yaitu Djarum. Djarum merupakan salah satu beasiswa yang diberikan kepada para pelajar yang berprestasi yang berasal dari rokok. Maka menurut "Mereka"  secara tidak langsung mereka telah membantu memajukan dan mencerdaskan bangsa, menurut Saya itu semua hanyalah ilusi belaka, Untuk benar atau tidaknya, silahkan berpikir dan berikan komentar dibawah.

1. Rokok membantu kehidupan buruh tembakau.


Ini merupakan sebuah kesalahan yang fatal. karena pasalnya Pabrik rokok itu merupakan sebuah bisnis, Mari kita gunakan ilmu ekonomi, ketika permintaan semakin banyak maka harga akan semakin meningkat. Ketika harga tembakau semakin meningkat maka para pengusaha akan mencari cara lain untuk mendapatkan bahan bakunya, dengan cara di import. Semakin banyaknya kebutuhan tembakau untuk membuat rokok maka harga tembakau akan semakin mahal. Di Indonesia harga tembakau per kgnya itu mencapai Rp.35.000,- sampai Rp. 47.000,- sedangkan di China harga tembakau itu sendiri hanya dikisaran Rp.12.000,- sampai Rp. 25.000,- Untuk memenuhi kebutuhan tembakau yang meledak, banyak pengusaha rokok yang mengimport tembakau daripada membelinya dari lokal. Apakah kita masih berpikiran merokok dapat membantu kehidupan buruh tembakau??

Baca Juga : Cara menjadi pria yang gentle

2. Rokok membantu kehidupan pekerja pabrik tembakau.Pengolahan tembakau menjadi rokok tentu saja tidak bisa terjadi begitu saja, setiap tembakau akan dibungkus dan digulung menjadi lintingan rokok, didalam usaha tersebut terdapat ratusan bahkan ribuan pekerja yang setiap harinya bekerja untuk memenuhi permintaan pasar akan rokok yang mencapai puluhan ton rokok. Sehingga tidak sedikit perokok yang berpikiran Rokok dapat membantu kehidupan pekerja pabrik rokok. Mari saya luruskan pemikiran anda, Kembali saya ingatkan, rokok merupakan sebuah bisnis. dalam berbisnis, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah, bagaimana caranya, mendapatkan untung yang sebanyak-banyaknya dengan modal yang sedikit dan biaya operasional yang kecil. dalam pembuatan rokok, yang tembakaunya sudah di import, para pengusaha dan pebisnis rokok, ini merasa keuntungan yang mereka miliki cukup sedikit. mereka melihatnya besarnya biaya dari sistim operasional pembuatan rokok, yaitu para buruh pekerja. Dengan kecanggihan zaman dan teknologi, sekarang pembuatan rokok sudah menggunakan mesin, oleh karena itu pada tahun 2014, Pabrik rokok terkenal Sampoerna mem-PHK kurang lebih 4900 buruhnya, sedangkan bentoel yang memiliki 11 pabrik yang dioperasionalkan oleh manusia kini menutup 8 pabriknya sehingga hanya tersisa 3 pabrik. dan tentunya penutupan pabrik berdampak mem-PHK ribuan karyawannya,  dan Gudang Garam pun memPHK 4000 buruhnya, dan tidak terhitung banyaknya karyawan pabrik rokok yang di PHK karena pengalihan produksi rokok dari manual dengan tenaga manusia menjadi tenaga mesin, Pembuatan rokok dengan tenaga mesin dapat memangkas semua biaya yang ada, mulai menggaji karyawan, memberi makan harian, upah, dll. dengan menggunakan mesin, perusahaan rokok dapat membuat rokok lebih banyak 2-3 kali lebih banyak dari biasanya, Apakah kita masih berpikiran rokok dapat membantu kehidupan pekerja pabrik??

Lihat juga : Penyebab orang menjadi malas

3. Rokok memberikan beasiswa.

Sekali lagi saya tegaskan bahwa semua ini merupakan strategi bisnis, Dengan keuntungan yang diraih, perusahaan rokok seperti Sampoerna saja mengklaim mendapatkan keuntungan hingga 10 Trilyun pertahunnya, pemberian beasiswa sebagai bahan bagian pemasaran juga masuk akal, Saya tidak ingin mengatakan bahwa mereka bersalah, sekali lagi saya tekankan, bussiness is bussiness. Dunia itu emang kejam, tapi ya beginilah kehidupan semuanya menggunakan topeng yang indah untuk menutupi keburukan didalamnya,

Jadi, apakah kalian masih berpikir rokok membantu pemasukan negara.. Atau ingin berhenti merokok, Mungkin Tips Berhenti Merokok Ala Kaeknozuku bisa membantu anda.

Artikel Terkait

Gunakan selalu bahasa yang sopan dan tidak spam dalam berkomentar, karena komentar yang baik menunjukkan kualitas dari orang tersebut.
EmoticonEmoticon